Bisnis Dropshipping Dengan Facebook Page Dan Pinterest

Ini adalah satu trik viral marketing yang saya jalankan. Soal laku atau tidak, tergantung reputasi si penjual ya.

Pertama, bisnis dropshipping lokal sudah menjamur di sekitar kita. Bisnis dropship adalah bisnis yang luar biasa, dan sudah mengubah cara orang berjualan selama ini, thanks to Internet.

Apa itu dropship? Berasal dari kata drop yang artinya menjatuhkan, dan ship, yang artinya kapal, pengapalan, yang kemudian kita artikan menjadi pengiriman. Jadi dropship artinya, barang dikirim sampai ke rumah pembeli.

Barang seperti apa? Banyak macamnya, produk fisik tentu saja, tapi di sini saya ingin menjelaskan tentang bisnis dropship kaos atau t-shirt.

Nah, anda sudah mengerti arti dari dropship, sekarang anda tentukan produk yang akan anda ambil untuk bisnis reseller dropship ini. Yup betul, RESELLER! Nanti akan saya jelaskan ya. Untuk sementara anda catat dulu istilah reseller ini.

Dropship adalah bisnis yang menghubungkan tiga hal, yaitu: produsen, reseller dan pembeli. Masing-masing ada fungsinya lho.

1. Produsen, adalah pemasok, marketer, pencari reseller dan juga pihak yang mengirimkan produk ke pembeli lewat jalur distribusi umum seperti kurir atau pos. Jadi tugas produsen dropship cukup banyak ya. Produsen ikut memproduksi barang yang dijual, lalu mencari reseller dropship lewat marketing, bisa online, bisa juga offline. Tapi online adalah cara yang paling efektif dan efisien saat ini.

Selain itu, produsen juga menyiapkan alat pemasaran, foto-foto, petunjuk distribusi, petunjuk barang dan perjanjian antara produsen dan reseller. Benar-benar bisnis yang sibuk. Oleh sebab itu, produsen berhak mengambil keuntungan paling besar dari harga konsumen.

2. Reseller, adalah tenaga penjual ritel yang membantu penjualan produk dari si dropshipper ini. Tugas reseller hanyalah “menjual” gambar atau informasi tentang barang yang dijual. Jika kita adalah reseller yang menjual kaos, maka kita harus memasarkan produk itu lewat jalur pribadi, kepada teman-teman dan komunitas kita. Cara berjualan yang paling gampang adalah lewat media sosial seperti facebook, twitter dan pinterest.

Apakah reseller harus membeli stok produk? Jawabannya adalah: TIDAK! Nah di sinilah perbedaannya dengan cara berjualan jaman dulu sebelum ada dropshipper.

Kalo dulu, kita ingin berjualan ritel, maka kita harus menyediakan modal awal yang besar, membeli stok dan menjualnya sendirian. Jika ada sisa stok, maka sisa stok itu akan menjadi busuk, dan uang kita akan mati, karena barang sisa stok tidak bisa dikembalikan, atau diuangkan lagi.

Untuk harga, juga ada perbedaan sistem. Dulu, kalo kita beli putus ke produsen, maka kita punya hak untuk menjual sesuai yang kita mau. Tidak ada penyeragaman harga. Namun ini menjadi bumerang, ketika banyak orang yang ikut-ikutan jualan produk yang sama, sehingga pasti terjadi price war atau perang harga yang ujung-ujungnya merugikan semua penjual. Banting harga sampe pecah kepala kita hahaha.

Dengan sistem dropshipping, cara lama ini diubah menjadi seperti ini:

Reseller mempromosikan produk dropship di social media, dengan perjanjian eksklusif. Produsen menentukan harga ritel, dan reseller menerima komisi yang disepakati bersama. Dengan cara ini, tidak ada lagi sisa stok, tidak ada lagi perang harga dan tidak ada pihak yang dirugikan.

Besaran pendapatan sudah tidak tergantung tinggi rendahnya harga jual pengecer, namun tergantung dari reputasi reseller di antar komunitas dan teman-temannya. Sampe di sini anda mengerti ya?

Tugas reseller tidak sulit, yaitu memasarkan katalog yang sudah disediakan oleh produsen. Reseller tidak perlu menyetok barang, tidak perlu membayar apapun di muka, dan tidak perlu repot mengirim barang yang laku terjual.

Reseller hanya perlu beberapa fasilitas seperti: internet banking dan token pin untuk transaksi online, akun di social media seperti facebook, twitter dan pinterest, komputer dan koneksi internet, yahoo messenger dan gtalk, nomor telepon selular dan jika ada blackberry, cantumkan juga pin BB, dan terakhir adalah email.

3. Pembeli, adalah orang yang berminat membeli produk yang dijual. Pembeli biasanya tidak paham soal dropship. Yang mereka inginkan adalah barang yang disukai dan dibeli, sampai di tangan mereka dengan aman dan transaksi nyaman.

Karena harga yang seragam, maka pembeli yang suka potong kompas ke produsen akan berpikir ulang, karena harga yang mereka lihat di produsen dan di reseller ternyata sama saja. Jadi pilihannya sekarang ditentukan oleh SIAPA RESELLER yang bisa dipercaya oleh pembeli?

Baiklah, sekarang saya ingin mengungkapkan cara saya melakukan viral online marketing dengan tiga jenis social media seperti judul di atas.

Yang pertama, setelah saya mendapatkan ijin reseller dan marketing tool dari dropshipper, saya mulai membuat facebook page, sebagai toko online gratisan. Tidak perlu yang canggih2, cukup buat folder foto sesuai dengan kategori barang, dalam hal ini, saya adalah reseller kaos.

Siapkan juga keterangan lengkap tentang harga, ukuran, dan cara pemesanan. Semakin lengkap keterangan anda, semakin mudah bagi pembeli untuk bertransaksi, dan semakin ringan tugas anda, karena jarang yang bertanya bolak balik soal produk dan cara membeli.

Biasanya setelah upload 1 album foto selesai, saya membuka 1 foto dari album itu, dan saya “share” ke wall saya, ditambah dengan kata-kata yang menarik supaya teman-teman facebook saya bisa membaca dan tertarik.

Nah, facebook saja tidak cukup buat saya. Jadi saya buka akun di pinterest, dan saya buat “board” baru khusus dagangan dropship saya :). Pin satu foto yang menarik, di kotak description, masukkan lagi keterangan soal harga, ukuran dan cara pemesanan, kemudian klik tombol PIN IT.

Begitu selesai, saya klik tombol edit, dan di halaman edit, saya isi link dengan alamat album foto facebook page saya itu. Kemudian, PIN lagi deh. Selesai.

Ketika orang melihat foto pinterest saya dan membuka foto itu, maka foto bisa diklik, dan ketika diklik, akan muncul Tab baru langsung ke facebook page saya. Jualan jadi lancar.

Kalo masih kurang, kita bisa rajin-rajin ngetwit foto pinterest secara manual, supaya teman2 follower kita kena viral marketing twitter hehehe…

Nah, siapa yang mau coba?

Incoming search terms:

  • cara promosi dropship
  • bagaimana cara upload foto di facebook untuk promosi
  • soal harga produk dropship
  • produk lokal paling laku untuk dropship
  • perbedaan penjualan marketer dengan dropship
  • memasarkan produk dropship
  • jadi agen dropship untuk produk paling laku
  • cara upload foto untuk promosi di facebook
  • cara promosi dropship di facebook
  • cara mempromosikan barang di facebook untuk reseller

7 thoughts on “Bisnis Dropshipping Dengan Facebook Page Dan Pinterest

  1. Pingback: KEDUDUKAN DROPSHIPPER DALAM JUAL BELI MELALUI MEDIA INTERNET BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM DAGANG | Repository Jurnal Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Have you Subscribed via RSS yet? Don't miss a post!

(Spamcheck Enabled)